Blog


Royal Twig Catfish/Sapu-sapu Helikopter  (Eigenmann, 1889)

Sturisoma panamense dikenal sebagai Royal Twig Catfish atau Whiptail Catfish, sedangkan di Indonesia dikenal dengan sebutan sapu-sapu helikopter. Jenis ikan tersebut masuk ke dalam  anggota keluarga Loricariidae atau suckermouth catfish dari  Amerika Selatan tepatnya disekitar sungai Pasifik Panama, sungai Karibia Columbia, dan Pasifik Ecuador

Sapu-sapu helicopter sangat aktif di malam hari  nokturnal,akan tetapi akan aktif pula pada siang hari bilamana pada tank pemeliharaannya diberikan kayu kayuan, batuan dan tempat persembunyian. Sapu sapu helikopter  tidak akan mengganggu  atau merusak tanaman air, bahkan ikan tersebut cenderung akan memakan alga di akuarium sehinggan tank terlihat bersih.

Jenis makanan sapu sapu helicopter berupa makanan yang mengandung bahan nabati, yaitu jenis sayuran yang berkualitas tinggi, dan  pellet Alga wafer. Ikan Ini juga akan tertarik jika diberi makan beberapa sayuran segar seperti kacang polong, bayam, zucchini dan mentimun


Ikan Sapu-sapu helicopter termasuk ikan pendamai dan kompatibel dengan sebagian besar ikan dan invertebrata non-agresif lainnya. Ikan tersebut dapat mencapai panjang 8 inci (20 cm),  adapun parameter air yang disarankan  untuk memelihara ikan ini yaitu suhu : 26-30O C, pH : 6,5- 7,5           dH : 6-10


Longnose Whiptail Catfish/Sapu sapu Pinokio (Kner,1854)

Sturisoma barbatum atau disebut Longnose Whiptail  sedangkan di Indonesia dikenal dengan nama sapu sapu pinokio adalah spesies ikan lele lapis baja yang berasal dari Argentina dan Brasil di mana ia ditemukan di cekungan Sungai Paraguay, cekungan Sungai Paraná Uruguay.

Sapu sapu pinokio sebenarnya mengingatkan kita pada spesies Farlowella/Royal Twig Catfish dimana mempunyai badan  yang panjang dan ramping serprti ranting pohon.  Prilaku ikan tersebut sering terlihat pada siang hari karena ikan tersebut bukan spesies nokturnal dibandingkan spesies lainnya .

Jenis makanan sapu sapu pinokio berupa makanan yang mengandung bahan nabati, yaitu jenis sayuran yang berkualitas tinggi, dan  pellet Alga wafer. Ikan Ini juga akan tertarik jika diberi pakan berupa sayuran segar seperti kacang polong, bayam, zucchini dan mentimun


Ikan Sapu-sapu pinokio termasuk ikan pendamai namun sedikit agresif ketika mendapat ancaman dari luar. Ikan tersebut dapat mencapai panjang 9-10 inci (28-30 cm),  adapun parameter air yang disarankan  untuk memelihara ikan ini yaitu suhu 20-22O C, pH 6,4- 7,2  dH 15


Corydoras adolfoi/Adolfos cory (Burgess,1982)

Corydoras: berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu korus artinya  helm, dan dora artinya kulit binatang . sedangkan adolfoi berasal dari seorang Aquaris yang legendaries bernama Adolfo Schwartz.

Corydoras banyak ditemukan di anak sungai kecil dari Rio Negro Brazil dan spesies ini sangat endemik di sana. sungai  tersebut termasuk ke dalam blackwater berwarna coklat teh dengan kandungan  bahan kimia organik tinggi. Parameter air di sungai tersebut antara lainsuhu 20-26  pH  5.7-7  dan dH 15-90 ppm (Tingakat kekerasan air sangat lembut)

Perawatan ikan Corydoras adolfoi Idealnya menggunakan substrat pasir halus, Cabang-cabang kayu apung dan daun kering adalah tambahan yang sangat berguna, agar terjadi pembentukan koloni mikroba ketika terjadi dekomposisi. Air yang mengandung tanin dan bahan kimia organik yang  dilepaskan oleh daun yang membusuk juga bermanfaat dalam membantu mensimulasikan kondisi alam atau habitat aslinya .

Ikan corydoras adolfoi termasuk golongan  omnivora atau pemakan segala pellet kering yang tenggelam, serta variasi pakan hidup seperti cacing darah, Daphnia,Tubifex, dll. Ikan tersebut mempunyai kebiasaan membersihkan sisa sisa pakan yang berada dasar akuarium sehingga sangat diandalkan sebagai ikan pembersih. Untuk memelihara ikan tersebut disarankan berkelompok  yang terdiri dari 4-6 individu, sehingga ikan tersebut akan merasa nyaman tidak stress.


Corydoras Venezuelanus/Venezuela cory (Ihering, 1911)

Corydoras Venezuela banyak ditemukan di Amerika Selatan, Spesies ini umum terdapat di sepanjang hilir dan di kedua sungai Rio Tuy dan Danau Valencia di Venezuela utara di negara bagian Miranda, Aragua, dan Carabobo. Species ini ditemukan pula di sungai dan aliran sungai Orinoco terdekat seperti Rio Chirgua. Ikan ini termasuk ke dalam spesies piedmont yang lebih menyukai perairan yang lebih dingin, dengan Parameter air antara lain suhu 19-25oC, pH : 6.8 – 7.8 dH

Ikan corydoras Venezuela  termasuk golongan  omnivora  yang akan menerima berbagai macam makanan komersial termasuk tablet, butiran dan serpih. Makanan hidup (atau beku) seperti cacing darah, cacing putih, cacing grindal, Daphnia dan tubifex mudah diterima.

Untuk membuat Akuarium Biotop Corydoras venezuela letakkan beberapa batu berukuran kepalan tangan di dalam tangki kemudian tambahkan substrat pasir halus seikit gelap. Sehingga menimbulakn warna ikan. Akuarium pemeliharaan  harus dilengkapin sistem filtrasi dengan arus sedang, Kayu apung dan beberapa tanaman air sebagai pelengkap. Agar ikan tidak mengalami stress, pelihara 4-6 individu dalam satu kelompok.




Scleromystax Barbatus /Banded Cory (Quoy & Gaimard, 1824)

Banded Cory bernama ilmiah Scleromystax barbatus yaitu berasal dari bahasa yunani kuno yaitu Scleros berarti ‘keras’ , mústaks berarti ‘bibir atas’ sedangkan  barbatus berasal dari bahasa latin artinya berjanggut, sehingga artinya ikan Corydoras yang mempunyai bibir atas berjanggut Ikan ini sering ditemukan di    pesisir Guapi, Capivari, dan Inbomirim di Brasil wilayah Tenggara, antara Rio de Janeiro dan Santa Catarina. Habitatnya ditemukan di dekat teluk, namun masih berair tawar, dan semua spesies ini dalam genus mendiami aliran anak sungai kecil yang mengalir dan di perairan yang masih memiliki substrat pasir atau kerikil halus yang sering tertutup lumpur (Britto & Reis, 2005). Species ini merypakan jenis terbesar dari keluarga Corydoradinae yaitu mencapai kisaran 9-10 cmm

Perawatan ikan Banded Cory di Aquarium yaitu dengan memberikan beberapa shelter pelindung  jika ikan yang dipelihara lebih dari satu jantan, hal ini dikarenakan ikan jantan lebih agresif teritori terhadapa sesame jantan lainnya.  Parameter yag dikehendaki ikan ini antara lain suhu 16-24 OC, pH 5,5-7,6 dH 18-215 ppm (lembut)

Semua Genus Scleromystax spp. Termasuk golongan ikan omnivora yang mencari makan, dan nenerima semua jenis makanan  kering  maupun hidup  anatar lain pellet, serta varietas pakan hidup atau beku kecil seperti larva chironomid (cacing darah), Tubifex, dll. Memberi makanan yang bervariasi akan lebih baik sehingga ikan tumbuh optimal


Farlowella acus  (Kner, 1853)  


Farlowela acus mempunyai nama dagang internasional Twig catfish ” Lele Ranting ” yang merupakan salah satu anggota keluarga Loricariidae mempunyai anatomi terlihat seperti ranting atau seperti tongkat. Ikan  ini banyak ini ditemukan di Danau Valencia dan aliran sungai Torito Negara venezuela

Farlowella acus bisa mencapai panjang maksial 16,0 sentimeter (6,3 inci) . Warnanya terlihat hijau zaitun ke kuning-coklatan dengan bagian bawah kekuning-kuningan. Pita gelap yang tidak beraturan terlihat memanjang dari kepala ke pangkal ekor. Sirip transparan  dan moncong atau rostrum jantan lebih luas daripada betina. Saat dewasa, rostrum jantan terlihat dengan bulu-bulu kecil yang halus yang dikenal sebagai odontode, sedangkan betina lebih tipis

Perawatan ikan ini dengan cara tidak terlalu sering memberikan makanan berprotein hewani  seperti cacing darah, beku atau hidup, atau jenis makanan cacing lainnya, namun berika pakan berupa sayuran atau yang mengandung protein nabati contohnya pellet Alga Wafer jenis pakan tersebut sangat  cocok bagi Farlowella acus. Kualitas air adalah sangat penting, Perubahan air yang drastis dapat menimbulkan stress bagi ikan tersebut, dan sebaiknya pergantian air dilakukan secara berkala tiap minggunya maksimal 30 %.  Adapun parameter air ikan tersebut antara lain suhu 23-26, pH 6,8-7,6. agar pemeliharaan optimal sebaiknya tank diberi suplai aerasi kuat sehingga kandungan oksigen dalam wadah tinggi.