The Weird and Wonderful World of Whiptails (Bahasa Ver.)

Author: Neale Monks, PhD

Meskipun dari bentuknya ikan ini sangat berbeda dibanding jenis ikan lainnya, banyak dari spesies  ikan Whiptail (Ikan berekor cambuk) sangat mudah dipelihara dan mendapat perhatian lebih karena penampilannya yang unik. Golongan ikan Whiptails mungkin merupakan ikan golongan catfish (ikan berkumis) yang paling diremehkan dalam dunia hobi ini ikan hias.  Para hobbies memelihara ikan ini tidak hanya dari penampilan yang aneh saja, namun disisi lain meraka memilih ikan ini  karena sifatnya yang tahan banting, kemampuannya beradaptasi tinggi terhadap lingkungan, dan prilakunya yang pendamai.  Meskipun pada umumnya ikan tersebut lebih mengarah ke karnivora daripada pemakan alga., dengan naluri predatornya ikan ini dapat diarahkan sebagai ikan pemakan cacing dan larva serangga.   Semua jenis ikan Whiptail  tidak akan membahayakan bagi  ikan lain, bahkan ikan yang berukuran kecil sekalipun seperti halnya larva tidak berbahaya           

Singkatnya, mereka Salah satu jenis ikan catfish yang sangat baik untuk dipelihara, bahkan  sebenarnya yang terbaik yang direkomendasikan untuk dipelihara, dan saya harus mengakui memiliki tempat yang khsus bagi jenis  mereka.  Bagaimana melihat mereka aktif bergerak atau berenang adalah  merupakan pemandangan spesila dari speces spesies Rineloricaria yang lebih kecil, dimana mulut dan sirip perutnya berenang beriringan.

Salah satu hal istimewa dari  jenis ikan Whiptail adalah bagian ekornya berupa cambuk yang mana tidak ada terdapat dari  di jenis ikan lainnya, hal ini sebagai alat  pertahan diri  seperti halnya genus Corydoras yang mempunyai racun pertahanan diri.  Jenis whiptail terkecil  saat ini adalah  Rineloricaria parva, yang panjangnya hanya 3 sampai 4 inci, sementara spesies terbesar, adalah Pseudohemiodon laticeps, mencapai Panjang 1 kaki. -+ 30 cm.

Sejarah Biologi Ikan
Ahli Ichthyologi membagi Golongan ikan Whiptail menjadi dua suku, yaitu  Loricariini dan Harttiini. Dari 2  divisii ini sebenarnya cukup informatif dan dapat membantu ketika mencoba memutuskan kondisi nama yang  cocok untuk  semua golongan  whiptail yang akan diidentifikasi jika dilhat dari prilaku hidupnya . Loricariini hidup di sungai, di mana mereka menyukai tanah berpasir dan banyak daun berjatuhan yang telah membusuk. Harttiini hidup di substrat padat, baik kayu atau batu, dan sering ditemukan di habitat yang mengalir cepat seperti jeram dan sungai dataran tinggi.

Ada juga perbedaan antara kedua suku itu dalam hal makanan. Loricariini adalah golongan ikan karnivora dan kita dapat memberi makann  secara luas seperti  larva serangga dan cacing-caingan, Harttiini malah mengkonsumsi ganggang hijau/ Algae dan apa yang oleh ahli biologi disebut Aufwuchs, organisme kecil yang hidup di dalam ganggang rumput.  Secara garis besar, Loricariini mudah dipelihara dan beradaptasi dengan baik terhadap penahanan sementara Harttiini cenderung jauh lebih sulit dipelihara

 Ada lebih dari 30 genera golongan ikan Whiptail, banyak di antaranya tidak pernah terlihat di toko –toko akuarium.  Di antara Loricariini, sebagian besar jeni s whiptail yang berukuran kecil dmana kita sering melihat  di dunia perdagangan berasal dari genus Rineloricaria (atau Hemiloricaria, menurut beberapa stoke holder).  Lorocarinii lainnya yang favorit para hobies pada umumnya adalah  Rineloricaria parva dan Whiptail berwarna merah naga merah R. sp. L010A (Red lIzard). Cukup banyak genera lain dari Loricariini yang terlihat dari waktu ke waktu yang belu diketemukan, meskipun saat ini baru teridentifiaksi dari spesies Loricaria, Planiloricaria, dan Pseudohemiodon.

Divisi Harttiini dalam dunia perdagangan ikan hias terdiri dari spesies Farlowella, biasanya disebut “Twig Catfish”  atau ikan sapu sapu ranting. tanpa ada upaya untuk membedakan spesies yang berbeda.  Genus kedua dari divisi Harttiini adalah Sturisoma, yang sering kita lihat pada umumnya, dan specis dari Harttiini yang lainnya sangat jarang telihat  di toko-toko akuarium, spesies Lamontichthys dan Sturisomatichthys hanya diimpor sesekali..            

Pemeliharaan
Mengelola  air untuk  jenis Loricariini tidaklah  sulit. Menjaga Kualitas air yang baik itu sangat penting, tentu saja, dan walaupun mereka lebih suka air lunak, sedikit asam, mereka juga baik di air yang agak keras dan agak yaitu berkisaran 3 hingga 15 dH°, dan nilai pH 6,0 -7,5.  Sedangkan untuk suhu air, sebagian besar  golongan lorica lebih menyukai  kondisi suhu  dingin sampai menengah sepertihalnya ikan-ikan yang berasal dari Amerika Selatan lannya yaitu berksar ; 72 ° hingga 79 °. Dengan kata lain, mereka menyukai kondisi kehidupan yang sama seperti neon tetras, tetra phantom hitam, dan  Corydoras, sheepshead acara, and keyhole cichlid.  Di sisi lain ikan cardinal tetra, ramirezi, diskus, dan angelfish yang ditangkapdi alam liar lebih menykai  kondisi suhu yang agak lebih hangat, dan hal tersebut tidak akan cocock untuk dijadikan teman terbaik untuk ikan ikan golongan whitail.

Namun, untuk substrat merupakan masalah yang penting, mengingat golongan ikan whiptail dalam hal mencari makananan  sering berada di perairan terbuka dan bukan di antara bebatuan atau tanaman.  Jenis ikan ini sangat  nyaman dengan substrat berpasir, seperti jenis pasir silika halus (kadang-kadang disebutjuga  pasir perak) yang sering dijual di pusat penjulan tanaman hias.  Pasir jenis ini murah dan bebas dari kapur sehingga tidak akan memengaruhi kimiawi air dan sangat halus sehingga tidak akan merusak ikan pada saat menggali mencari sumber makanan menggali,

Meskipun Anda bisa menggunakan daun almond, daun ketapang, tanaman dataran rendah seperti Cryptocoryne and dwarf lilies yang bermanfaat untuk membuat serasa di alam bebas. Namun untuk golongan Whiptail tanaman  tersebut tidaklah penting , bagi meraka  area terbuka dan luas dalam wadah pemeliharaan sangat dibutuhkan dibanding  di antara rumpun tanaman.

Memberi makan golongan ikan Whiptail air tawar seperti Rineloricaria itu sangat mudah. Pelet ikan dan Alga wafer merupakan pakan yang dapat dijadikan sebagai makanan pokok dan bergizi.  Makanan tersebut  dapat ditambah dengan makanan segar dan beku lainnya, seperti Blood worm/cacing darah dan makanan laut cincang lainya.  Namun, Whiptail bukan pesaing yang kuat, dan harus berhati-hati untuk memastikan mereka mendapatkan cukup makanan.  Beberapa jenis Corydoras  tidak lah menyebabkan masalah serius didalam  tangki dalam hal memperebutkan makanan, akan tetapi  jenis bottom feeder lainnya yang lebih besar lainnya yang sering menjadi masalah besar  seperti Loach dan jenis jenis plecos yang berukuran besar umumnya bukan teman yang baik untuk whiptail.

Farlowella spp. dan Harttiini lainnya jauh lebih menuntut.  Sementara beberapa berasal dari perairan air yang bergerak lambat di aliran dangkal, yang lainnya rheophilic, artinya berasal dari habitat yang didominasi oleh arus air yang kuat.  Akan tetapi, hampir semua jenis semua Harttiini tampaknya sangat sensitif terhadap kondisi wadah pemeliharaan yang miskin oksigen, dmana ini sering ditemukan di akuarium yang komunitas ikanya terlalu padat atau  dalamkondisi yang kurang  wadah yang tidak terawat.

Membuat gelombang
Kebanyakan ikan golongan whiptail membutuhkan air yang sangat teroksigenasi dan lebih memilih arus yang kuat. Untungnya, mudah untuk menyediakan lingkungan yang cocok untuk mereka, saat ini sebagian besar perusaaah pembuat pompa air celup saat telah merancang khsusus untuk membuat gelombnag arus yang kuat dalam wadah akuarium.

mesin Ini bekerja seperti kipas yang digunakan untuk mengalirkan udara. Mereka tidak menghasilkan tekanan seperti yang dilakukan powerhead dan tidak dapat digunakan untuk mengangkat air melawan tekanan head, tetapi mereka dapat memindahkan sejumlah besar air dengan sangat cepat – untuk menciptakan arus. Dengan mengoperasikan pompa semacam itu secara bergantian, yang diarahkan ke arah yang berlawanan, aquarist terumbu dapat menghasilkan gerakan air yang meniru aksi gelombang laut, yang bermanfaat bagi banyak hewan karang.

Peralatan yang sama dapat diatur untuk menggerakkan air secara konstan dalam satu arah akan menciptakan arus yang cukup untuk menyenangkan spesies rematik. Menggunakan akuarium yang panjang dan rendah akan meningkatkan efek dan akan menyediakan banyak gerakan air baik di bagian bawah maupun  di permukaan air, di mana pertukaran gas akan terjadi —oksigenasi —.

Selain kualitas air yang baik dan filtrasi yang kuat, memberi makan adalah masalah utama lainnya dengan Harttiini.  Whiptails ini benar-benar membutuhkan Alga hijau dalam makanan mereka, dan itu berarti bahwa mereka paling baik disimpan di akuarium yang areanya luas, dan terang yang memungkinkan mereka mencari makan secara alami. Alga wafer, serpihan Spirulina, irisan zucchini, dan bayam yang dimasak juga merupakan makanan yang baik, tetapi jenis Whiptail ini benar-benar harus dilengkapi dengan setidaknya beberapa Alga hijau hidup dalam makanan mereka juga.

Perilaku sosial
Pada umumnya, Whiptail yang besar adalah jenis golongan ikan catfish yang suka berteman yang bekerja dengan baik dalam kelompok lainnya. Jantan dewasa dari spesies itu yang mempertahankan sarang kadang-kadang bisa bersifat teritorial, tetapi setiap agresi tersebut hanya sebatas  untuk menakut-nakuti saja ketika ada ancaman atau saingan.  Prilaku tersebut merupakan keunikan tersendiri dari spesies Whiptail sehingga menambah pesona bagi mereka.

Sejauh ini dilakukan memelihara whiptail dalam wadah akuarium, hal utama yang perlu diingat adalah bahwa golongan Whiptail adalah jenis ikan lamban dalam bergerak sehingga menjadi sasaran empuk bagi ikan lincah atau agresif.  Sahabat yang terbaik untuk dipelihara bersamaan adalah beberapa ikan yang jinak, seperti tetras, rasboras, danios, dan sebagainya. Karena alasan tertentu, ikan Corydoras atau Kuhli Loach juga tidak boleh membahayakan, asalkan ada cukup dalam hal memberi makanan.  Whiptail dapat menjadi teman yang baik untuk beberpa jenis gurami kecil dan cichlid kecil lainnya  yang lebih damai.

Teman dalam wadah akuarium seperti ikan tiger sumatera, serpa tetras, dan ikan buntal tidak boleh dicampur sama sekali  dengan ikan whiptail.  Reaksi naluriah mereka jika terjadi masalah, maka mereka akan diam dan tidak bergerak agar berharap tidak diperhatikan , sehingga akan menjadi sasaran empuk bagi jenis ikan itu

Pemijahan
Spesies Rineloricaria secara teratur dapat  dibiakkan di penangkaran, seperti halnya jenis bristlenose catfish atau Ancistrus spp.,. Golongan Whiptail yang berukuran kecil biasanya akan berkembang secara alami biak tanpa ada campur tangan dari aquarist.  Sangabahwa untuk mengembangbiakannya anda harus punya pasangannya— ikan jantan umumnya memiliki bulu lebih banyak di bagian sisi kepala atau bagian  pipi daripada ikan betina.  Jika Anda mempuyai enam kelompok ikan whiptail, maka si ikan jantan harus mengklaim mempunyai wilayah masing masing di sekitar wadah pemeliharaan induk, dan jika telah terpebuhi maka si betina akan segera merespon untuk kawin sesuai keinginan mereka.

Pada dasarnya mereka berkembangbiak  sam percis dengan Bristlenose/Ancistrus, dan jika Anda membiakkannya, maka membiakkan jenis whiptail Rineloricaria maka tidak akan menghadirkan kejutan apa pun. Pemijahan terjadi dalam tabung berlubang, dan kemudian jantan menjaga telur setelah mengusir betina. Induk yang berukuran kecil, biasanya kurang dari 100 telur.  Telur dijaga oleh si jantan selama satu minggu sam[ai telur telur tersebut menetas larva yang mempubyai cadangan makanan akan habis satu hari setelahnya. Setelah itu larva dapat diberi alga, atau makan berupa pasta lunak, atau dapat juga diberi serpihan  pellet bubuk sangat halus.

Untuk golongan Farlowella dan Sturisoma spp.  Pengembangbiakannya yaitu di akuarium lebih jarang atau tidak terlalu padat, mungkin karena dari kedua jenis tersebut  lebih sulit untuk dipelihara dengan baik. Whiptail dari jenis  ini biasanya bertelur di permukaan yang rata, seringkali yang vertikal seperti dinding kaca dalam wadah pemeliharaan induk

.

Induk yang berukuran kecil biasanya menghasilkan 50-80 telur, dan lagi-lagi sang jantan menjaganya sampai telur telur tersebut menetas dan berenang bebas.  Setelah larva tersebut  habis cadangan kuning telurnya, mereka cukup mudah untuk dipelihara dengan cara pemberiab pakan alga, infusoria, dan makanan serpihan bubuk halus alga wafer. Satu hal yang tampaknya berlaku untuk Harttiini secara umum adalah bahwa arus air yang cepat dan kadar oksigen yang cukup adal;ah 2 faktor yang sangat penting untuk keberhasilan pemijahan, tidak hanya untuk memastikan telur dan benih tetap sehat, tetapi juga untuk membuat indukan bertelur di tempat pertama kalinya .

Tidak semua ikan golongan whiptail berkembang biak dengan cara konvensional. Beberapa dari Loricariini memerlkan kondisi air volume yang lebih besar sebagai solusi agar indukan dapat  menjaga anakannya , dimana mereka tidak mempunyai  gua gua yang cocok untuk proses pemijahan.  Di antara genus yang dikenal termasuk genus Loricaria dan Pseudohemiodon.
setelah bertelur, biasanya pejantan mengumpulkan  dan mencengkeraman sebagian kecil telur — biasanya hanya beberapa lusin — kemudian menyatukannya menggunakan bibir mereka.  Maka tidak mengherankan jika induk jantan memiliki bibir yang lebih besar daripada betina. Jenis whiptail dari pseudoheidon proses penetasannya tidak dilakukan di wadah inkubasi khusus, tetapi dilakuakan dengancara konvensional yaitu dengan cara induk jantan menjaga telurnya sampai menetas,  kemudian membesarkan benih tersebut  setelah telur tersebut  menetas, hal ini  tidak jauh berbeda dengan  jenis whiptail lainnya

Daftar Spesies

 jenis Whiptail yang paling sering terlihat adalah spesies Rineloricaria., dan dari genus tersebut sangat bnyak jenisnya dan tidak ini mudah untuk diceritakan seperti  species R. fallax, R. lanceolata, R. lima, dan R. parva sering sering kali ditekankan, kemungkinannya bahwa dari seluruh spesies itu telah dijual di bawah nama-nama ini cukup tanpa pandang bulu, dan Konon, Rineloricaria parva mungkin merupakan spesies yang paling sering diperdagangkan untuk saat ini.

Untungnya, dalam hal perawatan dasar tampaknya hampir sama dari semua genus. Dari jenis Rineloricaria yang berukuran kecil sampai dengan spesies terbesar, seperti R. lanceolata, panjangnya sekitar 6 inci, sedangkan spesies yang lebih kecil seperti R. parva hanya setengah ukuran itu.  Sejauh dalam hal perawatan biasanya dala 1 specimen membutuhkan 3-5 galon air atau 11-15 liter. Mereka dapat disimpan sendiri-sendiri, akan tetapi untuk species Rineloricaria lebih nyaman jika dipelihara dalam berkelompok.

Ada dua jenis whiptail yang berwarna coklat kemerahan, atau dalam perdagangan: R. lanceolata “merah” dan whiptail  naga merah Rineloricaria sp. L010A. Mereka mungkin bukan dari species yang sama. Faktanya, tidak diketahui apakah bentuk morfologinya terjadi secara alami, atau merupakan hasil buatan yang diproduksi di penangkaran, atau sejenis hibrida.  Bagaimanapun, ikan  betina biasanya yang cenderung lebih merah warnanya, jantan yang lebih berkarat coklat.

 Spesies dari Whiptail yang lebih besar termasuk spesies dari Loricariia, Planiloricaria, dan Pseudohemiodon dapat disimpan secara bersama sama, asalkan diberikan ruang yang besar pula.  Untuk species P. apithanos mungkin yang paling luar biasa dari semua jenis whiptail, dimana jenis tersebut merupakan jenis yang lebih besar, dan juga salah satu dari sedikit catfish yang dapat mengubah warnanya sesuka hati.

Biasanya berwarna abu-abu terang dengan tanda terbalik-T-berbentuk kemerahan-coklat hingga hitam pada permukaan dorsalnya, tangkai T mengalir dari moncong sepanjnag sirip punggung, dan kemudian batang melintang T melintasi kembali dari sisi ke sisi.  Ada pita lain yang merentangkan ekor sedikit lebih jauh ke belakang, dan sirip ekor juga gelap.  Ketika ikan tersebut terganggu , maka seketika dia akan berubah menjadi hitam legam. Panjang maksimumnya adalah sekitar 8 inci.  P. apithanos tidak sulit dijaga, tetapi mengingat ukurannya akan membutuhkan area berpasir yang lebih besar daripada whiptail Rineloricaria yang lebih kecil, dan P. apithanos juga jauh lebih mahir  dalam mencabut tanaman sambil mencari

The Tricky Twig Catfish


 Seperti yang telah disebutkan beberapa kali, bahwa dari jenis Harttiini bisa sangat sulit untuk dipelihara.  Adapun dari Genus Farlowella mencakup sekitar 30 spesies, setidaknya tiga di antaranya diperdagangkan secara rutin: F. acus, F. gracilis, dan F. vittata.  Menceritakan dari jenis mereka akan sulit, seperti halnya jenis whiptail lainnya dari jenis Rineloricaria, kesalahan identifikasi mungkin bisa terjadi setiap saat.

Untungnya bagi aquarist, perawatan dasar tampaknya hampir sama untuk semua spesies. Dari mulai air berkesadahan lembut hingga agak keras, pH sedikit asam hingga air sedikit basa, sedangkan suhu rata rata paling cocok untuk mereka pada kisaran menengah. Adapun nilai Parameter airnya air yaitu dH  3 – 10 , pH 6,0 – 7,5, dan suhu 23 ° – 26 ° C.  Sirkulasi air yang baik sangat penting bagi mereka, karena semua Farlowella menderita jika disimpan dalam kondisi hidup yang kekurangan oksigen dan maupun terlalu over atau berlebiha.n

Ketika saya masih remaja selama tahun 1980-an, Giat Whiptail catfish dari genus Sturisoma adalah salah catfish yang paling berharga dalam perdagangan. Jenis catfish ini sanagt mengesankan, terbukti lebih mudah dipelihara daripada Farlowella, mereka berkembang biak di penangkaran dengan mudah, dan spesimen yang dibudidayakan khususnya tidak sulit untuk dipelihara.

 Ada yang mengatakan, bahwa jenis Sturisoma lebih rewel dalam pemeliharaan  dibanding whiptail Rineloricaria.  Jenis sturisoma membutuhkan wadah yang luas, kualitas air yang baik, dan banyak  membutuhkan oksigen agar hidupnya optimal.  Seperti jenis Twig catfish/sapu-sapu ranting lainnya lainnya, mereka sebagian besar golongan herbivora. Dua spesies yang paling umum adalah Sturisoma aureum, Sturisoma panamense dan S. barbatum, yang keduanya mencapai panjang maksimum sekitar 12 inci.  S. panamense terkadang hanya mencapai sekitar 8 inci.  Tidak ada dari mereka yang mentolerir air yang sangat hangat; jaga agar suhu tetap di kisaran 70 – 75 ° F.   atau        20-23oC)

Banyak dari jenis whiptail memiliki sirip ekstra panjang yang merupakan kepanjangan dari sirip ekornya, tetapi  untuk species Lamontichthys filamentosus memiliki sirp tambahan yaitu pada sirip dada dan sirip punggungnya juga. Jenis whiptail tersebut sangat indah yang mana panjangnya hanya sekitar 6 inci, tetapi sayangnya, ikan ini sulit ditangkarkan, bahkan dibandingkan dengan Farlowella. Jenis ini jelas merupakan spesies untuk hobbys yang telah berpengalaman, dimana dengan wadah pemeliharaanya harus sudah matang, selain itu juga pakannya harus tersedia alga hijau dan pemberian pakannya dapat diganti sampai terbiasa dengan alga wafer dan makanan siap saji lainnya . Agar aman, jenis ikan ini jangan di gabungkan dengan catfish lainnya , kemungkinan akan terjadi persaingan dalam mendapatkan makanan, bahkan dengan whiptail lainnya.

Oddballs yang lebih baik

Biasanya ketika artikel ditulis tentang ikan ikan yang aneh, para hobis biasanya membangkitkan harapan dengan foto-foto ikan yang tampak funky tetapi kemudian harapan-harapan tersebut hancur seketika  dengan melihat daftar masalah yang berhubungan dengan ikan ika aneh tersebut tersebut —seperti habitatnya di air payau atau makanan hidup, perilaku sosial psikotik, ukuran besar, dan seterusnya.  Tetapi untuk jenis ikan Whiptail/cambuk , ini berbeda.  Yang terbaik, seperti halnya Loricariini, ini adalah bahwa jenis catfish ini  yang sangat cocok untuk aquarium komunitas. Namun bukan dengan iakn ikan komunitas yang  agresif, tetapi jenis whiptail akan sangat baik jika disatukan dengan jenis danios, tetras, dan ikan Corydoras.

Untuk jenis hartinii mungkin kurang akomodatif, akan tetapi tidak mustahil, dan dengan sedikit perhatian khusus ikan jenis inipun bahkan dapat disimpan dalam  wadah asal diatur campurannya dengan spesies lain. Apa yang tidak disukai tentang dunia ikan Whiptail  yang aneh dan indah ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *